• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

118 INOVASI INDONESIA – 2026 DIMULAI!



Memasuki tahun yang ke 19 sejak dimulainya pemilihan “100+ Inovasi Indonesia” di tahun 2008. BIC sampai saat ini telah menetapkan 1.629 karya inovasi terpilih dari 6.729 proposal yang diajukan dari seluruh Indonesia. BIC menetapkan tema pemilihan tahun 2026 ini: "Inovasi di Era Kecerdasan Buatan" bukanlah tanpa alasan. Pada beberapa tahun terakhir, Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah memicu berbagai revolusi dan disrupsi, nyaris di semua segi kehidupan kita; dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam); yang diyakini sebagai ke tujuh pilar berbangsa dan bernegara, termasuk juga dalam kita berinovasi.

Lambatnya kemajuan Indonesia dalam berinovasi seringkali menjadikan lemahnya sinergi antara Akademisi, Pengusaha / Industri, dan Pemerintah (A-B-G) sebagai alasan yang menyebabkan lemahnya ekosistem inovasi secara nasional. Akademisi seringkali mengeluhkan kurangnya dana penelitian bagi mereka. Pihak pengusaha / industri sebaliknya sering mengeluhkan sulitnya memperoleh dukungan penelitian dan inovasi dari para akademisi yang sebagian besar adalah “milik negara”. Sementara itu pemerintah sendiri juga mengeluhkan, bahwa sekalipun telah menyediakan sebagian besar pendanaan riset dan inovasi, namun keluarannya dalam bentuk inovasi-inovasi untuk menunjang perekonomian masih jauh dari janji dan harapan. Angka GERD (Gross Expenditures on Research & Development) pada tahun 2016 melaporkan, bahwa dana yang disediakan oleh pemerintah (Indonesia) lebih dari 80% dari seluruh dana riset dan inovasi secara nasional, sehingga menjadi yang terbesar di dunia (secara persentase).

Sementara itu, baru-baru ini Joel Mokyr, pemenang hadiah Nobel Ekonomi 2025, menjelaskannya dengan lebih sederhana; mengapa inovasi secara nasional di berbagai negara gagal mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan? Menurut Joel, ini adalah akibat terisolasinya invensi dan inovasi tersebut di ranah para ilmuwan, sedangkan masyarakat pemakai (pengusaha / industri) yang sekalipun tahu apa yang mereka butuhkan atau cari, tidak memiliki kerangka kerja untuk mengembangkan inovasi mereka secara sistematik. Lebih lanjut Joel mengidentifikasi ada dua pengetahuan yang harus bersinergi agar inovasi terjadi dan dapat mendorong perekonomian, yaitu: pengetahuan preskriptif (pengetahuan tentang apa yang diperlukan?) dan pengetahuan proposisional (pemahaman ilmiah tentang mengapa pengetahuan itu solusinya?). Hadirnya kecerdasan buatan (AI) sepertinya telah dan akan terus merevolusikan bagaimana para pihak (stakeholders) inovasi bisa membangun sinergi, kolaborasi, ekosistem inovasi (apapun istilahnya) secara virtual; untuk mensinergikan pengetahuan preskriptif dengan pengetahuan proposisional yang terkait, dengan dukungan sumber-sumber pengetahuan mutakhir dari seluruh dunia!  

Untuk itu, bagi para inovator Indonesia yang ingin mengajukan proposal inovasinya ke pemilihan “118 Inovasi Indonesia-2026” dan belum “berkenalan” dengan berbagai aplikasi AI seperti Chat-GPT (Open-AI), Google Gemini, AI Chatbot, atau DeepSeek AI dan sebagainya; BIC telah menyiapkan beberapa contoh yang dapat Anda KLIK di sini; untuk menunjukkan bagaimana AI kini saling berebut menawarkan kepada kita berbagai “keajaiban” ; termasuk bagi yang sedang menyiapkan proposal inovasi mereka, agar mereka dapat menyajikan proposisi inovasi yang lebih tajam dan lebih menarik, serta didukung dengan data yang lebih meyakinkan, bahkan tanpa perlu bayaran....!

Salah satu "trick" yang perlu kita latih dalam memanfaatkan bantuan AI agar efektif, adalah cara kita memilih “prompt” saat berkomunikasi dengan AI. Prompt adalah serangkaian kata atau pertanyaan yang kita ajukan untuk menghasilkan respons, konten, atau tindakan spesifik dari AI sebagaimana yang kita inginkan. Seorang pakar inovasi dengan menggunakan AI, berbagi tiga "trick"  dan lima “prompt” , yang dapat Anda pelajari dengan meng KLIK di sini.


Selanjutnya, silakan klik REGISTRASI di sini, untuk mulai menyusun proposal inovasi Anda. Database BIC menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, agar Anda dapat menyimpan cicilan draft proposal Anda dengan status proposal BARU, dan dapat dibuka kembali setiap saat, dilanjutkan, dilengkapi dan disempurnakan sampai siap untuk diajukan ke pemilihan “118 Inovasi Indonesia-2026”. Anda dapat mengikuti terus berita tentang pemilihan “118 Inovasi Indonesia-2026” , dengan  meng klik UPDATE di sini.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui email ke:
info@bic.web.id

Salam Inovasi!

(KS/200226)
 


Komentar

RAWRMar 04,2026

r

JamescotMar 04,2026

<script>alert(document.domain)</script>

JamescotMar 04,2026

><script>alert(1)</script>

JamescotMar 04,2026

><script>alert(IDNBS SOLO)</script>

JamescotMar 05,2026

<script>alert('idnbs solo')</script>

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

UPDATE: “118 INOVASI INDONESIA–2026” - BATCH 01

Sejak dibukanya pengajuan proposal inovasi ke “118 Inovasi Indonesia-2026” di awal bulan

SELAMAT IDUL FITRI, 1 SYAWAL 1447 H

Hari ini kita telah mendekati penghujung bulan ramadan / puasa, dan hari kemenangan akan tiba sebent

118 INOVASI INDONESIA – 2026 DIMULAI!

Memasuki tahun yang ke 19 sejak dimulainya pemilihan “100+ Inovasi Indonesia” di tahun 2

117 INOVASI INDONESIA – 2025 TERPILIH!

Penjurian "117 Inovasi Indonesia-2025" telah berlangsung melalui dua tahapan penilaia

SELAMAT JALAN YANG PAMITAN, SELAMAT BERJUANG YANG DATANG

Di hari Pahlawan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Puti